Tuesday, April 11, 2017

Anime dan Pedofilia


こんばんちわ!

Siapa ya yang di awal tahun bertekad mau aktif blogging lagi, tapi baru bulan keempat udah mulai jarang nulis lagi? Hahahahahaha /krik

Kalian tau? April di Jepang itu hectic banget! Nomikai sana~ Nomikai sini~ Demi ya itu yang nomikai abis event bowling di kantor, nggak nyangka banget selesainya bakal tengah malem! Nyantai sedikit aja dari acaranya kelar, gue bisa ketinggalan kereta terakhir =A= Padahal taun lalu nggak ampe tengah malem lho u_u Udah gitu besoknya masih ada yang namanya hanami. GILA LU ORANG-ORANG JEPANG!!!

Skip.

Okeh, berhubung pas lagi kepengen banget ngebacot tentang isu yang lagi segar-segarnya nih di kalangan pecinta kartun Jepang, sekalian aja lah ditumpahin semua uneg-uneg di sini. Biar puas gitu kan ya bisa ngebacot panjang lebar =))

Bahkan gue nggak tau mau mulai dari mana saking penuhnya kepala ini dengan uneg-uneg menyebalkan.

Jadi ya, hari ini lagi-lagi liat post mengenai emak-emak yang sok menggurui para pecinta kartu Jepang. Katanya sih nggak menyudutkan, nggak menyalahkan, tapi dengan gamblang bilang pedofilia akarnya dari kartun Jepang. Gue nggak ngerti deh ini emak-emak ngomong apaan. Nah, emak-emak tipe kayak gini nih ya, biasanya kalau udah nggak bisa berdebat lagi pasti bakal ngeluarin jurus pamungkasnya, yaitu "Pada belom punya anak sih! Jadi nggak tau gimana perasaan orangtua!" Duh, plis deh mak, nggak perlu punya anak untuk merasa was-was dengan pedofilia. Tapi jelas, lo harus punya wawasan luas untuk nggak asal komentar seenak jidat tentang apa yang jelas-jelas lo nggak ngerti dunianya.

Susah sih emang ya jaman sekarang dengan akses internet yang bisa diakses oleh siapapun. Udah gitu kita bebas mau posting apapun yang kita suka tanpa liat-liat sikon. Serius, yang namanya mau post sesuatu tuh ya, harus banget liat-liat dulu "wadahnya" apa. Lo mau posting komentar di post apa, jangan ampe ngaco nggak sesuai dengan post utamanya. Nah, contoh gampangnya di beberapa page meme, semuanya sih kalau kata gue, pasti ada aja komentar-komentar nyeleneh tentang jav misalnya. Atau lelucon seksis. Nah, manusia-manusia kayak gini nih yang bikin emak-emak kurang wawasan dengan dunia super sempit dan ogah liat-liat dunia lain makin berbahaya dari sekadar nyalain lampu sen kanan tapi beloknya ke kiri. Bahaya juga sih ini...

Dengan adanya akses internet, jaman sekarang semua orang bisa dengan mudah melihat apapun yang ada di dunia ini. Contohnya? Lagi heboh kartun-kartun porno, lalu dia cari lah itu kartun-kartun porno, lalu muncul lah sekian banyak judul kartun-kartun porno. Nah, gue yakin hampir seratus persen, emak-emak kurang wawasan ini pasti bakal berkomentar, atau mungkin lebih tepatnya meyakini kalau kartun jaman sekarang isinya porno semua. Kenapa? Karena yang dia temui dari pencariannya di internet, dia cuma liat kartun-kartun porno. Padahal ya, YA IYA LAH YANG MUNCUL KARTUN PORNO DOAAAANG. Yang lu cari kartun porno, ya yang keluar hasilnya sesuai yang lu cari, kartun porno.

Ditambah lagi, dengan adanya manusia-manusia nggak tau diri yang suka ngasih komen lelucon seksis di mana pun, kapan pun, dengan dalih "kan cuma becanda". Juga bocah-bocah salah gaul yang dikiranya mesra-mesraan itu keren banget dan seluruh dunia harus tau jadi harus banget di-share di SNS. Makin parah lah dunia orang awam.

Mak, Pak, Mas, Mba, dari dulu yang namanya kartun porno itu ADA. Mungkin dulu kurang terlihat ya karena nggak ada aksesnya. Kartun nggak melulu konsumsi anak-anak. Apapun itu, tergantung kontennya. Mau komik kek, mau kartun kek, mau drama kek, mau novel kek, mau film kek, kalau kontennya dewasa, ya untuk konsumsi dewasa.

Lanjut masalah pedofilia dan emak-emak kurang wawasan yang kelewat paranoid. Eh, jelas sih ya pasti jadi paranoid. Gue pun serem. Gile ya jaman sekarang, pedofil aja udah bisa terang-terangan.

Grup Facebook yang di-private itu bukan grup tertutup plis. Apapun itu yang namanya internet, udah pasti terbuka. Semua orang di seluruh dunia bisa masuk dan melihat kegiatan yang ada di grup yang katanya tertutup itu.

Sialan banget sih emang ama si pedofil yang mengaku jadi pedofil karena suka nonton kartun Jepang. Nonton porno mah porno aja mas ==a Yah, di Jepang ini pun emang super banyak banget juga sih manusia-manusia freak. Yang kena imbasnya jadi para lolicon. Lolita sendiri memang pada dasarnya adalah anak kecil, yang akhir-akhir ini mulai bergeser maknanya jadi "wanita dewasa yang memiliki perawakan layaknya anak kecil". Maaf-maaf aja sih ya, banyak kenalan gue yang lolicon, tapi ya bukan pedofil juga. Mereka juga ogah ama anak kecil mah.

Gue nggak akan pernah membenarkan lolicon juga sih...

Well, yang kena imbasnya malah jadi kartun Jepang. Gue juga nggak mungkirin sih, kartun Jepang itu parah-parah. Banget. Yang kayak Anohana aja, ada fan service untuk lolicon. Belum lagi yang penuh dengan boing-boing ==a Bahkan mengingat kalau Card Captor Sakura itu paket lengkap aja rasanya...... Masa kecil gue dihabiskan dengan apa aja sih? Kok kayaknya yang bener cuma Digimon doang.

Tapi tetep aja, nggak bisa juga lo dengan semena-mena mengambil kesimpulan "anime sama dengan pedofilia". Coba tengok kartun-kartun kayak film-film Ghibli misalnya?

Lalu si bocah panda nggak kepikiran lagi selain Ghibli yang nggak masukin fan service.

Yah, kartun Jepang memang penuh sekali dengan fan service. Tapi tetap aja gue kesel dengernya kalau ada yang ngomong kartun Jepang bikin orang jadi pedofil. Bejat mah bejat aja lah. Nggak usah nyari-nyari kambing hitam.

Gue di sini sesungguhnya bukannya bermaksud untuk "membela" kartun Jepang. Demi deh, kartun anak ya buat anak-anak. Kartun remaja ya buat remaja. Kartun dewasa ya buat orang dewasa. Tolong banget kepada emak-emak di luar sana, tolong dipahami mengenai hal ini. Bukannya langsung asal main judge orang yang suka nonton kartun Jepang itu adalah pedofil. Nggak sopan tau! Emaknya nggak sopan gitu anaknya mau diajarin apaan ==a

Kok jadi keingetan temen anak gue yang masih bocah kecil tapi mainannya Final Fantasy....

Dan gue pun berdoa, semoga ketika nanti giliran gue menjadi emak-emak tiba, gue nggak jadi emak-emak cancer kayak gini. Udah nyusahin orang, malu-maluin diri sendiri pula. Yah, itu sih kayaknya masih bakal lama banget kejadiannya hahahahahaha

Saturday, March 18, 2017

Webtoon


こんばんちわ!

Entah kenapa mendadak jadi kepengen bahas Webtoon. Gue rasa siapapun pasti tau lah ya Webtoon apaan. Saat ini bisa dibilang, dengan munculnya Webtoon, industri komik di Indonesia mulai bangkit kembali. Itu sisi positifnya. Karena ada wadah bernama Webtoon, para komikus, atau pun yang masih dalam tahap latihan, bisa memajang karyanya dengan mudah. Untuk yang ingin menjadi komikus profesional, Webtoon merupakan pintu untuk menuju dunia profesional. Dibanding dengan Facebook atau membuat homepage sendiri, jauh lebih besar kesempatan yang diberikan oleh Webtoon. Kalau komik yang kita buat bisa masuk dalam jajaran komik official Webtoon, kita bisa mendapat pemasukan dari sana. Tapi jujur aja, buat gue, ketika menemukan komik yang gue suka di Webtoon, gue nggak berharap komik tersebut jadi official. Kenapa? Karena cara kerja Webtoon sangat menyiksa komikus menurut gue. Belum lagi pembaca-pembaca yang sangat-sangat menyebalkan. Nggak menghargai kerja keras orang, bahkan ketika ngasih komentar, boro-boro ngomongin tentang cerita komiknya, ini malah sibuk ngeributin top comment. Emang faedah jadi top comment apaan sih? ==a

Lupakan sedikit rasa ketidak-sukaan saya terhadap Webtooon, bagi para penggemar komik, ketika membaca komik-komik Webtoon pasti akan merasakan yang namanya komikus Indonesia kurang bisa membuat cerita yang bagus. Kalau untuk komik yang tiap chapter beda cerita seperti genre slice of life, mungkin banyak yang bagus. Tapi untuk komik yang benar-benar memiliki satu plot besar, well, seringnya gue mengernyitkan dahi pas lagi baca. Mostly yang paling fatal adalah percakapan yang nggak nyambung dan kurang bisa bercerita. Tema, ide, inti cerita bagus, tapi nggak bisa dibawakan dengan baik. Ini kurangnya komik-komik Indonesia yang masuk Webtoon, official sekalipun. Menurut saya.

Oh iya, kalau-kalau ada yang nyasar ke blog ini, dan baca post ini, dimohon untuk membedakan antara kritik dan ejekan. Inget banget pas gue bahas kekurangan dari film Battle of Surabaya, gue langsung ditembak, "Yaelah, emang lo bisa apa bikin kartun kayak gini? Kalau nggak bisa mah nggak usah nyinyir lah!"

Balik ke topik Webtoon. Karena banyaknya komik yang ceritanya sukar dimengerti, atau mungkin otak gue yang nggak bekerja secara maksimal, berikut beberapa rekomendasi komik Webtoon dari gue. Untuk ceritanya sih bener-bener yang sesuai dengan selera gue doang. Tapi seenggaknya, untuk hal-hal teknis semacam alur cerita, plot, karakterisasi, dan juga gambarnya, menurut gue semuanya udah lolos untuk bisa diterbitin.

Gue pun sering bertanya-tanya emangnya pihak penerbit di Indonesia nggak ada apa yang nyari bibit-bibit unggul di Webtoon?

Oh iya, mohon diingat sekali lagi, semua ini adalah menurut penilaian saya. Dan gue mah bukan siapa-siapa kok~ Cuma seorang bocah yang kepengen banget jadi penerjemah komik Jepang tapi entah gimana ceritanya malah nyasar jadi progammer.

Untuk beberapa genre komedi, yang paling mainstream udah pasti antara Si Juki atau Tahilalats. Dua judul ini mah udah terkenal banget lah ya. Terus yang baru-baru ini jadi official kayak Terlalu Tampan. Karakter mamak ganteng itu revolusioner sekali. Lalu bagi kalian yang hobinya bikin kalian jadi memiliki motto hidup "I'm broke and I'm happy", udah pasti lah ya GHOSTY's COMIC rekomendasi paling bagus. Tapi kalau sedikit menjurus ke wibu, bolehlah follow juga page-nya di Facebook =)) Nah, kalau yang akhir-akhir ini baru gue ikutin ceritanya ada WARUNG dan The Story of Things. WARUNG, dari judulnya juga udah jelas sih ya, menceritakan tentang kehidupan sehari-hari sebuah keluarga yang memiliki usaha warung. Sedangkan untuk The Story of Things, masih sangat mudah ditebak melalui judulnya, menceritakan berbagai kehidupan sebuah benda. Kayak ketika gelas dituang air, bagaimana perasaan si gelas. Sejauh ini ada 28 chapter, dan kebanyakan ceritanya rada dark ==a Dark, tapi gambarnya unyu-unyu gitu jadi ya gimana ya hahahaha Woy!

Next, beberapa judul yang bener-bener gue rekomendasikan.


Dua komik di atas sukses bikin gue kepengen pulang kampung karena ya atuh di sini mah cari sate padang, lamang, es dawet di mana cobaaaaaaa??

Jajan Squad menceritakan tiga orang kawan yang pengen bikin video-video mengenai jajanan kaki lima Indonesia. Gue suka banget dengan bahasa sehari-hari yang berani dipakai di komik ini. Kenapa gue bilang berani? Karena di Indonesia sendiri, masih jarang yang mau memakai bahasa gaul sehari-hari (bedakan dengan alay plis) untuk dipakai di komik karena dianggap kurang sopan. Nah, kalau komik NanSalero, menceritakan tentang masakan-masakan Indonesia. Sejauh ini baru kuliner dari Sumatra Barat yang dibahas. Dari judulnya udah keliatan banget sih mirip nama-nama rumah makan masakan Padang =)) Komik ini nih yang udah sukses bikin gue ngiler kepengen lamang. ASTAGAAAAA CARI DI MANAAA wOAO)w



Selanjutnya ada Recycle!! Duh, siapapun tolong bikin serial animasinyaaaaaaaaa!!!! Ini ceritanya bagus banget! Art-nya mirip-mirip Ueki no Housoku. Pertama kali baca bahkan gue pikir emang terinspirasi dari Ueki karena judulnya pas banget haha. Eh, ternyata ceritanya beda banget dan ini ugh! Ceritanya tentang anak badung yang dibuang ke dunia paralel di mana dia harus bersikap baik untuk kembali ke dunia asal. Jadi semacam dididik paksa untuk tidak badung lagi. Tapi dibalik itu, ada macam-macam masalah juga di dunia paralel tersebut. Masalah dengan orang-orang yang tidak bisa kembali ke dunia asal, juga ada masalah dengan warga lokal yang mulai curiga adanya orang-orang dari dunia lain yang sengaja dibuang ke dunia mereka. Tiap karakter punya konflik masing-masing yang harus dihadapi. Ceritanya agak-agak mirip dengan drama Sh15uya, bedanya cuma tanpa bumbu survival dan Sh15uya mah isinya orang berantem muluk =)) Sekarang ceritanya lagi seru-serunya nih~ Nasib si tokoh utama sedang dipertaruhkan, bisa kembali ke dunia asal atau tidak.


Judul lain yang selalu gue tunggu-tunggu adalah We Are Pharmacists. Rada bete sebenernya pas tau jadi official karena kan harus ngulang dari awal lagi, sedangkan komik ini tuh udah banyak banget chapter-nya. Tapi ya, demi Ketua mah, aku pasti akan terus membaca komik ini ♡ Ceritanya tentang keseharian mahasiswa/wi jurusan farmasi. Udah. Gitu doang. /plak Biar kata tentang sekolah farmasi, tapi ceritanya sendiri mudah dimengerti oleh orang awam. Penjelasan istilah-istilah farmasinya juga oke. Kelakuan Radith yang terkadang absurd cocok untuk menemani waktu luang di kala bosan. Belum lagi ada Ketua yang keren sekali pembawaannya. Okeh, sedikit biased. Maafkan. Hahahahahaha.


304th Study Room. The best of all. Felicia Huang bener-bener jenius banget bisa bikin komik ini. Gambarnya mah nggak usah ditanya, itu kece banget kan ya~ Walaupun dia ngambil latar ala-ala drama sekolahan Amerika klasik kayak di novel Princess Diaries, tapi plot yang dia bikin tuh bagus banget. Selera humornya pun beda kelas dengan humor receh umum, semuanya disangkut-pautkan dengan eksak dan itu kalau nggak pintar pasti nggak mungkin bisa kepikiran lelucon semacam itu. Selain itu banyak isu-isu sensitif yang diangkat kayak jual beli kursi sekolah, atau demo 1997 yang berujung diskriminasi terhadap warga keturunan Tiongkok. Belum lagi karakterisasi masing-masing karakter. Bisa memberi proporsi yang pas untuk menceritakan masalah masing-masing karakter. Masalahnya pun yang umum dirasakan remaja kebanyakan, walau ada sedikit rasa drama juga sih, tapi sanggup bikin pembaca merasa dekat dengan karakter-karakter ini. Dan yang paling keren buat gue adalah, dia sanggup bikin ini semua untuk diterbitkan tiap minggunya.


Tadi gue udah bilang kalau 304th Study Room itu the best of all. Bener, cuma komik ini pun the best of all. Karena cerita yang diangkat bener-bener berbeda, gue nggak bisa menentukan mana yang lebih bagus. So, another the best of all is Roh Garuda. Jujur aja, gue masih belum bisa menerka ini tuh mau nyeritain apaan. 28 chapter masih nggak ngerti? Begitu lah. 28 chapter, masih dibikin penasaran dalam berbagai hal oleh komikusnya. Ceritanya sih tentang keturunan ningrat (?) yang mempunyai kekuatan mistis. Jadi ada tentang sihir-sihiran, setan-setanan, jin, dan karena latarnya jaman penjajahan, jadilah ada cerita mengenai kependudukan Belanda. Kenapa gue bisa berani merekomendasikan komik ini? Indonesia masih butuh banget komik yang mengambil tema kearifan lokal. Salah satu contohnya adalah, DUKUN. Hahahahahahha. Gue juga suka dengan lima karakter makhluk halus di gambar di atas. Mereka dibuat berdasarkan dasar negara kita, Pancasila. Bagi yang penasaran bisa baca penjelasan dari komikusnya langsung di sini. Terus ya, berita pentingnya adalah, komik ini sedang digarap film animasinya! Dari yang gue liat di beberapa bocoran di Facebook dan Instagram, ANIMASINYA KEREN BANGET BROOOOHH!!!! Tinggal berdoa semoga dubber-nya oke juga.


Nah, beberapa judul yang gue sebut diatas merupakan rekomendasi dari gue. Penjelasannya emang kurang banget sih. Mohon dimaklumi kemampuan menulis bocah panda ini. Tapi silakan dicoba baca komik-komik di atas. Dijamin nggak rugi kuota deh haha.

Wednesday, March 15, 2017

Raw Tokyo



こんばんちわ!

Awal bulan Maret kemaren sempet main-main ke Raw Tokyo. Berharap menemukan dress tipis untuk dipakai di Indonesia, tapi nihil euy~ Mau barang diskonan tetep aja mahal hahahahahaha. Dasar bocah kere! Yah, selain itu bajunya masih pada tebel-tebel sih. Maklum, ini teh musim semi rasa musim dingin. Sekarang aja mendadak jadi balik lagi ke iklim musim dingin. Jadinya cuma keliling-keliling gejeh deh di sana.


Raw Tokyo itu semacam flea market yang diadakan tiap bulan di akhir minggu pertama. Isinya macem-macem, dari fashion, art sampai makanan. Diadainnya di depan Kokusai Rengou Daigaku (UNU; United Nations University). Sekitar 10 menit dari stasiun Shibuya. Atau mungkin seharusnya lebih dekat, emang dasar guenya aja yang nyasar =))

Nah, berhubung yang dicari nggak ketemu, jadilah cuma muter-muter gejeh. Icip-icip makanan, liat-liat anjing lucu menggemaskan, nonton orang lagi melukis, pokoknya nggak jelas deh. Oh iya, anjing! Bagi yang muslim kalau mau ke acara ini, tolong perhatikan sekitar dengan seksama. Lumayan banyak yang bawa anjing sambil liat-liat. Kecuali kalau pada yakin bisa nemu tanah buat nyuci najis air liurnya sih =))

Oh, terus makanan ya! Banyak banget buah-buah mahal hahahaha. Bukan termasuk buah yang langka gitu sih, cuma buah atau sayur dengan kualitas yang bagus dibanding yang dijual di supermarket pada umumnya. Jamur shitake aja gede-gede banget. Rada nyesel nggak beli haha. Gue cuma beli stroberi doang. Mahal sih, tapi super manis banget! Terus ya yang paling penting, di sana ada yang jual makanan serba KEJU!!!


Duh, ini karena udah keburu males banget buat ngedit poto makanannya, jadi nggak pake poto makanannya. Ya tapi itu dia jual yang namanya keju panggang! Bener-bener keju ditusuk udah kayak sate, terus dipanggang. Kayak poto di atas itu tuh. Kebayang nggak tuh rasanya kayak gimana? Gue sih nggak beli hahahahahaha! Woy! Gue beli gnocchi keju yang kejunya banyaaaak banget!! Super deh enaknya! Semoga bulan ini tokonya ikutan Raw Tokyo lagi. Masih kurang puas makan gnocchi kejunya.

Terus? Entah lah. Abis beli stroberi ujung-ujungnya jalan ke Harajuku. Lagi-lagi ke Pablo, lagi-lagi beli kuenya yang musiman =)) Pablo spesial white day~ Rasanya stroberi dikasih topping marshmallow. Pusing nggak lu? Dan karena sudah malam, ya itu, males ngedit penampakan kuenya hahahaha. Maklumi lah anak peratauan ini yang sedang kambuh alergi dinginnya u_u

This entry was posted in